Jemarimu Berita Berita Ekonomi Harga Emas Turun Hari Ini: Tekanan Dolar AS dan Aksi Ambil Untung Warnai Pasar
Berita Ekonomi

Harga Emas Turun Hari Ini: Tekanan Dolar AS dan Aksi Ambil Untung Warnai Pasar

Jemarimu.id – Harga emas kembali melemah pada perdagangan terbaru, di mana harga emas turun hari ini seiring meningkatnya minat pelaku pasar terhadap Dolar AS dan munculnya aksi ambil untung setelah reli panjang. Kita melihat koreksi ini terjadi setelah emas mencatat kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir, bahkan harga emas sempat menyentuh harga tertinggi sebelum akhirnya mengalami tekanan jual yang cukup signifikan.

Tekanan Pasar Setelah Reli Panjang Emas

Trading bersama FBS
Iklan [klik pada gambar]

Dalam dua hari terakhir, emas mengalami likuidasi yang cukup berat. Kondisi ini tidak lepas dari reli parabola yang telah membawa logam mulia tersebut naik lebih dari 25% sejak awal bulan. Selama dua minggu berturut-turut, emas terus mencetak rekor baru, sehingga wajar apabila sebagian investor memilih mengamankan keuntungan.

Pada saat yang sama, Dolar AS memperoleh dorongan positif setelah muncul optimisme terkait kesepakatan pendanaan pemerintah Amerika Serikat. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Demokrat di Senat berhasil mencapai kesepakatan untuk menghindari penutupan pemerintah federal hingga akhir tahun fiskal. Situasi ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas fiskal AS dan secara otomatis memperkuat posisi USD.

Penguatan dolar inilah yang menjadi salah satu faktor utama pelemahan emas. Kita tahu bahwa emas dan dolar sering bergerak berlawanan arah. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Harga Emas Turun Hari Ini dan Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, kondisi harga emas turun hari ini tetap menarik untuk dicermati. Pada grafik harian, XAU/USD diperdagangkan di area $5.195,05. Struktur tren jangka menengah hingga panjang masih menunjukkan kecenderungan bullish. Simple Moving Average (SMA) 21-hari berada di atas SMA 50 dan 100-hari, sementara SMA 200-hari juga mengarah naik.

Harga emas saat ini masih bertahan di atas rata-rata pergerakan tersebut, yang menandakan bias bullish belum sepenuhnya hilang. Relative Strength Index (RSI) berada di level 72,07, mengindikasikan kondisi jenuh beli. Momentum memang masih kuat, namun level RSI setinggi ini sering kali membatasi ruang kenaikan lanjutan dan membuka peluang konsolidasi atau koreksi jangka pendek.

DISCLAIMER
Investasi dan trading berisiko tinggi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi adalah tanggung jawab Anda. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version