Jemarimu Berita Berita Ekonomi Harga Konsumen China Terus Turun, Kekhawatiran Deflasi Kian Dalam
Berita Ekonomi

Harga Konsumen China Terus Turun, Kekhawatiran Deflasi Kian Dalam

Harga Konsumen China Terus Turun selama empat bulan, memicu kekhawatiran deflasi dan melemahnya konsumsi domestik.

Sementara itu, hubungan perdagangan antara China dan Amerika Serikat juga belum stabil. Meskipun pada 12 Mei lalu kedua negara mencapai kesepakatan awal di Jenewa yang menurunkan tarif impor masing-masing, suasana kembali memanas. Kedua negara saling menuduh melanggar kesepakatan, terutama terkait pembatasan ekspor dan kebijakan visa. China menuduh AS memperketat pembatasan ekspor chip dan memperumit visa pelajar, sementara AS menuduh China memperlambat proses persetujuan ekspor mineral penting.

Di tengah ketegangan ini, Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, di London untuk membahas lanjutan perjanjian dagang. Banyak pihak berharap negosiasi ini membawa angin segar, tetapi pasar tetap waspada.

Yang menarik, situasi di dalam negeri Amerika Serikat juga menunjukkan perlambatan. Data terbaru menunjukkan bahwa rekrutmen sektor swasta AS menurun, menambah tekanan pada ekonomi global. Jika permintaan dari AS menurun, maka ekspor China pun bisa terdampak, memperparah persoalan deflasi yang dihadapi negeri Tirai Bambu.

Jalan Panjang Menuju Pemulihan

Iklan [klik pada gambar]

Banyak analis sepakat bahwa jalan menuju pemulihan ekonomi China masih panjang. Meskipun ekspor tetap menjadi andalan dan menyumbang sebagian besar pertumbuhan, ketergantungan pada permintaan luar negeri bukan solusi jangka panjang. Kita semua tahu bahwa ekonomi yang sehat harus ditopang oleh permintaan domestik yang kuat.

Saat ini, kamu bisa melihat bahwa segala upaya pemerintah China belum cukup untuk mengubah arah ekonomi secara drastis. Tekanan harga masih terasa di hampir semua sektor, dan tanpa kepercayaan konsumen yang pulih, inflasi rendah bahkan negatif bisa terus berlangsung.

Media pemerintah seperti China Securities Journal menyebut bahwa bank sentral kemungkinan akan menurunkan rasio cadangan lagi dan melanjutkan pembelian obligasi pemerintah untuk menstimulasi ekonomi. Semua mata kini tertuju pada forum keuangan Lujiazui yang akan digelar akhir bulan di Shanghai. Banyak yang berharap forum ini akan menjadi ajang pengumuman kebijakan besar untuk menahan laju deflasi.

Kesimpulannya, meskipun ada tanda-tanda perbaikan di beberapa sektor, kenyataan bahwa harga konsumen China terus turun adalah sinyal bahwa kita belum bisa bernafas lega. Pemerintah harus bertindak lebih agresif dan konsumen perlu diyakinkan bahwa ekonomi akan kembali stabil. Jika tidak, maka ancaman deflasi akan terus membayangi pemulihan ekonomi negara dengan populasi terbesar di dunia ini.

DISCLAIMER
Investasi dan trading berisiko tinggi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi adalah tanggung jawab Anda. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version