jemarimu sumber informasi terkini
Berita Berita Komoditas

Diprediksi Harga Minyak Dunia Turun 10% Pada Akhir 2023

Perkembangan terkini: Harga minyak dunia turun, dipicu oleh faktor geopolitik dan pengurangan produksi. Analisis mendalam tentang tren ekonomi global.

Jemarimu.id – Kabar mengejutkan datang dari pasar minyak dunia menjelang akhir tahun 2023. Harga minyak telah menjadi pusat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan prediksi, harga minyak dunia akan turun sekitar 10% pada akhir tahun ini.

Penurunan ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut terpicu oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran geopolitik, pengurangan produksi, dan upaya global untuk mengendalikan inflasi.

Dilansir dari investing.com, pada perdagangan hari Jumat, 29 Desember 2023, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami kenaikan sebesar 0,6%. Harganya mencapai $77,63 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) juga naik 0,5%. Harganya mencapai $72,14 per barel pada pukul 05.23 GMT.

Meskipun pada hari sebelumnya harga minyak turun 3% akibat kekhawatiran semakin banyak perusahaan pelayaran yang berhenti menggunakan rute Laut Merah karena serangan kelompok militan Houthi di Yaman. Harga kembali stabil pada hari Jumat. Perusahaan-perusahaan besar merasa perlu untuk bersiap menghadapi risiko transit di rute tersebut.

Stabilitas Harga Minyak Dunia Ditengah Prediksi Penurunan

Namun, meskipun harga minyak stabil, baik minyak Brent maupun WTI tetap berada di jalur penutupan tahun terendah sejak tahun 2020. Pada tahun tersebut, pandemi merosotkan permintaan dan melemahkan harga minyak secara signifikan.

Upaya pengurangan produksi yang telah OPEC+ lakukan ternyata tidak mampu menopang harga. Harga acuan mengalami penurunan hampir 20% dari level tertinggi tahun ini, menciptakan kontrast dengan kinerja ekuitas global yang cenderung meningkat.

Indeks ekuitas MSCI, yang melacak saham-saham di 47 negara, menunjukkan kenaikan sekitar 20% sepanjang tahun 2023. Investor memperkuat taruhan mereka terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve AS pada tahun depan, menciptakan optimisme di pasar ekuitas.

Sementara itu, dalam pasar mata uang, dolar mengalami pelemahan dan menuju penurunan 2% sepanjang tahun ini setelah dua tahun menguat. Perkiraan penurunan suku bunga yang akan datang dapat mengurangi biaya pinjaman konsumen di wilayah konsumen utama.

Disisi lain, melemahnya dolar membuat minyak menjadi lebih terjangkau bagi pembeli asing. Ini dapat menjadi pemicu peningkatan permintaan pada tahun 2024, menurut para pejabat industri.

Menurut survei Reuters yang melibatkan 30 ekonom dan analis, harga minyak mentah Brent bisa akan mencapai rata-rata $84,43 per barel pada tahun 2024. Proyeksi ini memberikan gambaran tentang perkiraan tren harga minyak di masa depan.

Ini merupakan peningkatan dari rata-rata sekitar $80 per barel tahun ini. Juga, lebih tinggi dari nilai tertinggi di atas $100 pada tahun 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Meskipun demikian, perlu perhatian bahwa proyeksi ini masih dapat terpengaruh oleh berbagai faktor. Termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan global yang belum terduga. Sesuai prediksi bahwa harga minyak dunia bisa turun 10% hingga akhir tahun 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *